Minggu, 20 Mei 2012

Pengetian Pengorbanan


Hidup adalah sebuah perjuangan yang selalu harus dilakukan oleh setiap makhluk agar tetap bertahan hidup. Berjuang untuk mencari makanan dengan cara yang halal
Berjuang untuk melindungi dan menjaga tanggung jawab yang diberikan seperti keluarga Berjuang untuk menjadi yang terbaik dengan peningkatan kualitas diri
Berjuang untuk hidup bersih ditengah dunia yang telah tercemar kejahatan
Dan dalam setiap perjuangan pastilah ada pengorbanan
Pengorbanan itu sendiri bisa berbentuk material (yang bisa dilihat, dipegang) dan berbentuk immaterial (hanya bisa dirasakan). dan pengorbanan yang dilakukan dengan tulus dan tujuan mulia pasti akan memberikan hasil yang luar biasa (tidak sia-sia atau percuma).
Pengorbanan yang terbesar adalah pengorbanan yang dilakukan untuk keselamatan banyak jiwa, pengorbanan yang tak memandang kesalahan dan perbuatan baik dari ciptaan-Nya. dan pengorbanan sebesar dan setulus ini belum pernah dilakukan oleh siapapun selain dari Tuhan itu sendiri.
Jika Tuhan mau berkorban untuk kita, maka kitapun jangan ragu untuk melakukan hal yang sama, tetapi perhatikanlah tujuan atau arti pengorbanan yang dilakukan apakah untuk hal mulia atau untuk hal yang konyol.


Sumber : http://www.salvapoint.com/2010/09/arti-pengorbanan/

Contoh Artikel :

Pengorbanan seorang ayah

Di suatu kota kecil terdapat sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Dikeluarga itu hanya ada satu anak tunggal laki-laki yang bernama Doni. Ibunya sudah meninggal sekitar satu tahun yang lalu. Dan ayahnya bekerja sebagai penjaga pintu jembatan. Sekarang hanya ada Doni dan ayahnya yang tinggal bersama dengan bahagia. Doni sekarang berumur 10 tahun dan sudah kelas 4 SD dan bersekolah di sebuah sekolah dikota itu. Mereka merupakan keluarga yang cukup sederhana.

Ayahnya sangat menyayanginya dengan mengajaknya bermain setiap akhir pekan. Mereka sering ketaman, pantai, kebun binatang, dan tempat lainnya. Doni merupakan anak satu-satunya yang dimiliki ayahnya sehingga ia sangat disayang, terlebih ibunya sudah meninggal. Ayahnya selalu bekerja di pagi hari sampai sore hari, begitu juga dengan Doni yang sekolah pagi hingga siang.

Pada suatu hari ayahnya mengajak Doni ketempat kerja ayahnya yang dekat dengan danau itu. Perjalanan ketempat kerja ayahnya harus dengan naik bis lalu dilanjutkan dengan naik kereta api yang memakan waktu sekitar 1 jam. Pada saat sampai distasiun dekat tempat kerja ayahnya, Doni sangat senang karena ia bisa melihat kereta-kereta yang lalu lalang dan banyaknya orang yang lalu lalang.

Akhirnya mereka sampai juga ditempat kerja ayahnya, Doni sangat senang bisa kesana. Ia bermain ditaman dekat pinggiran danau, ia memancing ikan dengan perasaan yang sangat senang. Distasiun sudah bersiap kereta yang akan berjalan menuju kota lainnya yang didalamnya terdapat banyak orang-orang yang berdosa ada yang memakai narkoba, berkelahi, saling mengucapkan kata-kata yang kotor.
Ketika beberapa saat, Doni sedang asyik memancing ikan, ia melihat sebuah kereta yang berjalan sangat cepat ingin melintasi jembatan. Namun ayahnya mengangkat jembatan itu karena ada sebuah pesawat terbang yang ingin lepas landas melewati jembatan itu, dan juga ayahnya tidak melihat ada kereta yang ingin melintas.

Dengan cepatnya Doni berlari menuju tempat ayahnya, ketika sampai disana ia berteriak ” Ayah . . . . ada kereta yang mau lewat . . . .” Namun ayahnya tidak mendengar. Karena keretanya sudah mau melewati jembatan, Doni mengambil keputusan untuk menurunkan jembatan itu secara manual dengan mengkat tuas yang ada tepat dibawah jembatan. Pada saat itu ayahnya melihat anaknya tersebut dengan kagetnya dan berkata ” Ya ampun . . . . Anakku . . . . “.

Pada saat itu, Doni terjatuh kedalam tempat tuas tersebut dan terjepit. Ayahnya yang melihat merasa bingung dan hanya ada 2 pilihan yaitu menyelamatkan anaknya atau menyelamatkan kereta itu. Dan beberapa saat, ayahnya memutuskan menyelamatkan kereta tersebut dengan menurunkan jembatannya. Dan beberapa saat, kereta itu melewati jembatan itu dengan selamat.

Kemudian ayahnya keluar dari tempat kerjanya dan berlari menuju anaknya untuk melihat kondisinya. Ternyata Doni sudah meninggal karena terjepit. Ayahnya menangis dengan sangat keras ” Tidak . . . . . . . . . Anakku . . . . . . telah tiada “. Pada saat itu salah satu dari penumpang perempuan kereta itu yang memakai narkoba melihat ayah Doni sedang sedih dengan menggendong anaknya tersebut.

Kemudian setelah beberapa hari kemudian ayahnya bertemu dengan perempuan yang berada dikereta waktu itu. Perempuan tersebut sangat berterima kasih dan terharu sekaligus minta maaf kepada ayahnya Doni karena sudah menyelamatkannya dengan mengorbankan nyawa anaknya sendiri.

sumber : http://fiksi.kompasiana.com/cerpen/2012/04/11/cerpen-pengorbanan-seorang-ayah/


Pendapat :

Pengorbanan adalah suatu hal yang mulia. Karena, pada kondisi itu kita rela untuk mengorbankan suatu hal untuk kepentingan orang lain. Seperti yang di jelaskan artikel di atas bahwa Pengorbanan yang terbesar adalah pengorbanan yang dilakukan untuk keselamatan banyak jiwa, pengorbanan yang tak memandang kesalahan dan perbuatan baik dari ciptaan-Nya. dan pengorbanan sebesar dan setulus ini belum pernah dilakukan oleh siapapun selain dari Tuhan itu sendiri.
Pengorbanan bisa kita lakukan kapan saja dan dimana saja, jika ada seseorang yang benar-benar membutuhkan bantuan dari kita. Maka, kita harus memanfaatkan kondisi itu untuk melakukan pengorbanan kepada orang yang membutuhkan itu. Karena, setiap kita melakukan kebaikan kita akan terhindar dari segala kejahatan. Jika kita melakukan perjuangan untuk orang yang membutuhkan itu, maka kita akan mengorbankan segala hal yang kita miliki.
Hidup ini pun merupakan perjuangan dari setiap individu untuk bertahan hidup. Dalam hidup, kita bisa berjuang untuk menjadi yang terbaik di antara kompetitor-kompetitor yang menjadi lawan kita. Kita bisa berjuang untuk melindungi dan bertanggung jawab atas keluarga kita, dan masih banyak lagi perjuangan-perjuangan yang harus dilakukan dalam hidup kita. Dan dalam setiap perjuangan itu pastilah ada yang namanya pengorbanan. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan jiwa dan raga kita untuk mengorbankan segala hal yang kita punya untuk kebahagiaan orang banyak.
Dari contoh artikel yang berjudul “Pengorbanan seorang ayah” bisa kita lihat ada sebuah keluarga sederhana. Mereka memiliki anak tunggal yang masih duduk di kelas 4 SD. Suatu saat ayahnya mengajak anaknya untuk liburan ke tempat kerjanya, namun ada kejadian yang tidak diinginkan yaitu ada kereta yang melintas dengan cepat. Saat itu ayahnya sedang mengatur jembatan dan tidak menyadari adanya kereta yang melintas, pada saat itu sang anak mengambil inisiatif untuk menarik tuas rel agar sang ayah tidak terlindas. Pada saat itu pula sang ayah bingung karena anaknya dan kereta itu sama-sama dalam keadaan bahaya. Akhirnya ayahnya memutuskan untuk menyelamatkan kereta terlebih dahulu, namun setelah dia kembali sang anak pun sudah tidak bernyawa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan anda berkomentar, tapi tetap jaga nilai kesopanan ya dengan tidak melakukan komentar spam